Jumat, 30 Maret 2012

LAGU


Hari ini kegiatan kampus lumayan santai, walaupun hujan. Kuliah jam 7 pagi, dilanjutkan dengan menonton turnamen futsal di kampus & lanjut lagi kuliah jam 2 dengan dosen yang sungguh luar biasa enaaakkk banget bener-bener gak berasa udah waktunya pulang. Pulang kuliah, seperti biasa saya naik angkot (ibu oh ibu, tega bener dah kau suruh anakmu yang langka ini naik angkot, pleaseeeee kunci motor or mobil jangan disembunyiin)..Di dalam angkot yang saya tumpangi hari ini ada seorang gadis kecil berkepang 2 yang saya tebak berusia sekitar 3-4 tahun yang maniiiss banget sedang dipangku oleh gadis remaja, mungkin berusia sekitar 16 tahunan gitu (adik-kakak mungkin). Sebenarnya ini hal biasa terjadi dan terlihat di dalam angkot. Ketika angkot mulai jalan, si gadis kecil ngoceh dengan lafal yang kurang lancar, supaya gak ribet si gadis kecil saya kasi nama Afika (sebenarnya saya belum kenalan ama ini anak tapi karena Afika lagi terkenal ya saya kasi nama aja Afika..hehe). Tiba-tiba Afika menyanyi, awalnya saya menikmatinya. Tapi setelah mendengarkannya dengan sangat teliti ternyata oh ternyata Afika menyanyikan lagu Teuku Wisnu feat Shireen Sungkar yg jadi soundtrack sinetron mereka (Cinta apalah namanya itu..) dengan penuh pengahayatan dan begitu mendalam seolah-olah tahu dan mengerti benar isi n makna dari lagu yang dia nyanyikan. Ketika Afika salah mengucapkan lirik lagu itu, dengan penuh kasih sayang sang kakak memperbaikinya. Astagim..(Astagfirullah Allazim) dunia emang benar-benar berubah, seingat saya waktu zaman saya seusia Afika, lagu yang saya nyanyikan adalah lagunya Tasya “Libur Telah Tiba”, “Anak Gembala”, lagu-lagunya Trio Kwek-Kwek, “Diobok-Obok” punyanya Jhosua, “Balonku Ada 5”, “Pelangi-Pelangi”, “Oh Amalia”, pokoknya lagu anak-anak seusia saya lah. Dan itu rasanya bahagia banget. Tapi liat perkembangan zaman sekarang, saya benar-benar prihatin. Anak-anak zaman sekarang lebih suka nyanyi lagu Sm*sh, 7Ikon, Cerrybelle, Wali, D’masiv, Rossa, Agnes dll. Jujur tidak ada yang salah dari lagu-lagu mereka, toh mereka hanya berkarya dan itu wajar, saya pun penggila music. Saya juga sebenarnya bingung mau menyalahkan siapa. Yang jelas pesan saya kepada adik-adik ku penerus bangsa dewasalah sesuai umur kalian, nikmati masa-masa indah sebagai anak kecil, bermain, mendengarkan music sesuai umur. Belum saatnya kalian mendengar lagu cinta, patah hati, galau, move on dan sekian banyak lagi lagu-lagu penderitaan hidup. Kembalilah ke zaman dulu, toh tak selamanya zaman dulu itu kolot’…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar